Program Studi Manajemen Sumber Daya Perairan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya menyelenggarakan kegiatan “Rekonstruksi Kurikulum Prodi MSP Tahun 2023-2024“ yang merupakan rangkaian kegiatan untuk tindak lanjut temuan akreditasi internasional AQAS dan sekaligus evaluasi terhadap kurikulum yang sesuai dengan era saat ini. Tujuan kegiatan ini untuk menyelaraskan kurikulum Manajemen Sumber Daya Perairan FPIK UB sesuai dengan kebutuhan dunia kerja di masa depan. Kegiatan ini dilakukan secara hybrid pada Kamis/21 September 2023 dengan mengundang beberapa stakeholder yaitu Elly Khoirunnisa, S.Pi (QC Manager PT. Suri Tani Pemuka – Aquafeed Unit Gresik), Didit Eko Prasetyo, S.Pi, MP., M.Sc (Direktorat Penataan Ruang dan Laut KKP), Dr. Sri Endah Widiyanti, S.Pi, MP (Dosen Prodi MSP FPK Universitas Khairun Ternate), Wiro Wirandi (PNLF Indonesia Program Manager Lead – Aktivis Lingkungan), Mahmud Subagio, S,Pi (Environment Manager PT. Agincourt Resources), beberapa perwakilan alumni, serta perwakilan mahasiswa prodi MSP.

Kegiatan dibuka oleh Wakil Dekan Bidang Akademik, Prof. Dr.Sc. Asep Awaludin Prihanto. Dalam sambutannya, beliau mengatakan, “Pada kondisi ke depan, disrupsi keilmuan kita perlu diupdate sesuai dengan jamannya untuk menyongsong peradaban yang setelah 25 tahun ini akan berbeda jauh. Selain itu juga rekomendasi dari AQAS sebagai partisipasi pihak eksternal secara internasional, merekomendasikan evaluasi dan perbaikan kurikulum sehingga dari sudut pandang yang berbeda dari internal Universitas dan dari masukan masukan Bapak/Ibu Stakeholder yang telah bekerja di bidang masing-masing, kira-kira apakah kelemahan dari lulusan kita selama 5 tahun ini dan juga mata kuliah yang perlu ditambahkan atau dihilangkan karena mata kuliah dasar MSP seperti kimia dan fisika menjadi sangat penting karena bioremediasi, proses chemical yang ada di tambak perairan itu sangat tergantung dari pemahaman kita terkait mikrobiologi dasar, kimia dasar, biokimia.”

Pada proses penyusunan kurikulum, beberapa coding mata kuliah dibagi menjadi mata kuliah Universitas, mata kuliah fakultas dan beberapa mata kuliah penciri khusus dari prodi. Dengan jumlah mahasiswa yang banyak dan kelas yang padat, diperlukan evaluasi ulang tentang perlunya menggabungkan mata kuliah dengan Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK) yang memiliki kemiripan.

Komponen Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) MSP 2024-2028 adalah memiliki ketrampilan umum, memahami konsep dasar dan teknologi pengelolaan sumber daya perairan secara logis, kritis, sistematis dan inovatif pada tingkat molekuler sampai ekosistem, memahami ilmu lingkungan yang menunjang manajemen sumber daya perairan, memahami bioteknologi sumber daya perairan, memiliki ketrampilan khusus sebagai lulusan MSP FPIK UB yaitu dapat mengindentifikasi sumber daya hayati dan lingkungannya untuk pengelolaan serta konservasi ekosistem perairan, menganalisis kualitas sumber daya perairan baik lingkungnnya maupun organisme di dalamnya, menerapkan teknologi dalam pengelolaan sumber daya perairan terkait pencemaran, rehabilitasi serta konservasi ekosistem perairan. Seluruh CPL ini telah mengacu pada KKNI level 6 dan mengacu pada sistem hirarki pendidikan melalui taksonomi bloom yang menjadi acuan seluruh sistem pendidikan di dunia.

Yang menjadi perhatian oleh stakeholder adalah diharapkan adanya penambahan mata kuliah yang terkait dengan perencanaan tata ruang laut, sertifikasi AMDAL, Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) di lingkungan kelautan, interpretasi dan analisis data kualitas air, sertifikasi pengambilan sampel air dan teknologi AI terkait bidang lingkungan perairan dan pencemaran.

Masukan tersebut akan menjadi pertimbangan yang nantinya akan dibahas lebih lanjut oleh prodi pada kegiatan lokakarya kurikulum FPIK UB. [YFS]