Ditulis pada tanggal 2 March 2017, oleh staff psik 1, pada kategori Berita

tmp_17701-IMG-20170222-WA0014-69868988Satu hal lagi kebanggaan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) dalam pengabdiannya kepada masyarakat. Kali ini, FPIK telah berhasil membina dan membantu masyarakat pesisir Kabupaten Banyuwangi khususnya kelompok nelayan Desa Bangsring dalam pemecahan rekor MURI Dunia : Penyelaman oleh Nelayan Terbanyak. Kegiatan tersebut merupakan salah satu rangkaian kegiatan Festival tahunan yang digelar oleh Kabupaten Banyuwangi yang bertujuan untuk mempromosikan  destinasi wisata di kabupaten Banyuwangi. Dalam acara tersebut, masyarakat Kelompok Nelayan Ikan Hias (KNIH) yang diketuai oleh Ikhwan Arief mengadakan Underwater Festival di Pantai Bangsring, Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi pada tanggal 21-22 Mei 2016.
Kegiatan Rekor MURI yang dilakukan oleh NKIH adalah Penyelaman oleh Nalayan Terbanyak dengan jumlah nelayan yaitu 56 Nelayan yang dilakukan selama 28 Jam. Kegiatan ini mengikutsertakan Fakultas Perinakan dan Ilmu Kelautan sebagai Tim Penyelam Pendamping (buddy) yang bertugas mendampingi penyelam inti yakni nelayan. Kegiatan Penyelaman untuk Rekor MURI dilakukan secara estafet atau bergiliran oleh nelayan sebgai Penyelam Inti yang dimulai pada jam 10:30 (21/5) dan akan berakhir pada jam 14:30 (22/5). Setiap Nelayan menyelam selama 30 menit dan Pendamping menyelam selam 60 menit. Selain menyelam mereka juga melakukan penelitian terkait perubahan ekosistem di dasar laut.
Para nelayan ini mengaku awalnya menemui kesulitan saat menyelam, karena belum terbiasa mengunakan peralatan selam secara profesional. Menurut Sahawi, biasanya para nelayan menyelam dengan menggunakan peralatan tradisional (kompresor). Baru di acara ini, seluruh nelayan wajib mengenakan peralatan selam profesional.
“Awalnya kami masih banyak yang belum terbiasa pakai peralatan selam yang lengkap seperti ini. Yang paling sulit membiasakan diri dengan tabung oksigen seberat 20 kg. Belum lagi peralatan-peralatan lainnya,” kata Sahawi, salah satu penyelam. Meski demikian nelayan-nelayan sukses menyelesaikan Banyuwangi Underwater Festival ini dan tercatat dalam rekor MURI Dunia.
“Kegiatan ini tidak akan berakhir bahagia jika tim dari Brawijaya tidak ikut serta membantu”, Ujar ketua KNIH Ikwan Arief. Hal ini menjadi suatu kebanggakan tersendiri bagi Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Hal yang sama juga dirasakan oleh Bapak Sukandanr dan Bapak D.G R. Wiadnya, selaku ketua Tim dari Brawijaya yang turut serta dalam membantu pada kegiatan. “Bahagia kami adalah melihat masyarakat yg kami dampingi berhasil melewati setiap tantangannya”.