ISSN: 1410-7694 JURNAL STP (TEKNOLOGI DAN PENELITIAN TERAPAN)  VOL.II Tahun  2011

PENGELOLAAN PERIKANAN BERDASARKAN SISTEM KUOTA TANGKAP SUMBERDAYA PERIKANAN DI KAWASAN ASIA TENGGARA Ledhyane Ika Harlyan Dosen Jurusan Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan dan Kelautan – Universitas Brawijaya Malang (ledhyane@ub.ac.id) ABSTRAK Kondisi perikanan yang bersifat open-access dan besarnya tekanan dari pertumbuhan populasi manusia akan menyebabkan over-eksploitasi atas sumberdaya perikanan yang terbatas. Hal ini  mengakibatkan ketidaksempurnaan pasar dalam mengembangkan sistem hak milik untuk mengatur akses dan usaha perikanan yang berkelanjutan. Faktanya negara-negara di wilayah Asia Tenggara tengah berusaha untuk mencegah penangkapan yang berlebih (over-fishing) dengan cara mengikuti pra-rencana zona hak ekslusif (pre-planning of exclusive right zone) yang berhubungan dengan pembatasan area penangkapan ikan. Dalam studi ini dibahas sebuah sistem pengelolaan perikanan yang berbasis hak tangkap yaitu : Individual Transferable Quotas (ITQs) -hak untuk memanfaatkan sejumlah ikan setiap tahun- dengan mengalokasikan Total Allowable Catch (TAC)/Tangkapan yang diperbolehkan- menjadi beberapa bagian. Studi ini dilakukan menggunakan empat karakteristik sistem pengelolaan perikanan tangkap berdasarkan hak kepemilikan atas sumberdaya, yaitu: keamanan, eksklusivitas, permanen, transferabilitas – yang diambil untuk menganalisis kemampuan ITQs dalam mengatasi pengeksploitasian sumberdaya ikan di Negara-negara Asia Tenggara. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa pengoperasian sistem ITQs tidak berjalan optimal diberlakukan di Asia Tenggara. Kata kunci:  ITQ, Asia Tenggara, kuota tangkap, TAC

Untuk lebih lengkapnya silahkan lihat dan download dibawah ini :

Download (PDF, 101KB)