Ditulis pada tanggal 6 April 2018, oleh staff psik 1, pada kategori Berita

Tahun 2018 ini diselenggarakan kegiatan Bangsring Underwater (Bunder) Festival Ke-2, dengan highlight utama berupa atraksi tari gandrung bawah air dan pengamatan behavior ikan karang “nemo” atau clownfish selama 48 jam non-stop. Sebanyak total 96 penyelam berpartisipasi dalam kegiatan ini, terdiri dari kelompok nelayan setempat dan gabungan dari stakeholder. FPIK sendiri mengirimkan 48 personel penyelam untuk atraksi tari gandrung dan sebagai penyelam pendamping (buddies) pada kegiatan pemecahan rekor MURI. Tim ini dipimpin langsung oleh ketua FDS, Dr. DGR Wiadnya.

Rangkaian kegiatan BUF 2018 diawali dengan seremoni kegiatan berupa pemakaian omprok oleh Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas kepada salah satu penari bawah air. Setelah itu, sebanyak 23 personel penyelam yang terdiri dari 12 penari, 8 pembawa umbul umbul dan 3 pemusik melakukan atraksi tari gandrung bawah air. Gemulai penari mengiringi musik yang dibawakan oleh penyelam, berlatar belakang terumbu karang dan ikan karang, tersaji dengan sangat indah, sebagai jawaban dari persiapan keras yang telah dilaksanakan selama dua bulan sebelum kegiatan. Sebagaimana diketahui, tidak mudah untuk melakukan gerakan terstruktur di bawah air, karena memerlukan ketrampilan selam yang baik, kemampuan untuk mempertahankan posisi dan beradaptasi dengan arus laut yang kencang.  Selain itu, properti untuk atraksi juga dipersiapkan secara khusus, seperti penggunaan pemberat pada pakaian personel tari dan setup panggung yang dibuat sedemikian rupa agar tidak merusak habitat terumbu karang di area Bunder.

Acara hari pertama dari rangkaian BUF 2018 ini mendapat respon yang cukup positif dari berbagai pihak. Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan bahwa kegiatan BUF 2018 ini bukan hanya memiliki nilai wisata, akan tetapi juga nilai edukasi dan konservasi yang tentunya akan semakin menarik minat wisatawan untuk datang menikmati laut dan panorama bawah air. Hal ini akan mendatangkan dampak positif bagi nelayan setempat selaku pengelola kawasan. Sementara Itu, Ikhwan Arif (Ketua Kelompok Nelayan KNIH Bangsring) menyampaikan bahwa kegiatan pengamatan nemo dilakukan untuk menunjukkan bahwa perairan Bunder masih dalam kondisi yang baik, karena keberadaan ikan karang ini mengindikasikan adanya habitat terumbu karang yang sehat. Baiknya kondisi terumbu karang pada area Bunder saat ini, merupakan kerja keras dari KNIH untuk melakukan kegiatan konservasi dan penanaman terumbu karang buatan selama kurun waktu 8 tahun ini. Kegiatan konservasi terumbu karang dan pengembangan wisata bahari di area Bunder selama ini didampingi langsung oleh tim FPIK UB yang diketuai oleh Ir. Sukandar. Diharapkan kegiatan ini dapat dilaksanakan secara rutin, sehingga dapat meningkatkan promosi wisata bahari Bunder, sekaligus sebagai kontribusi nyata dari FPIK UB untuk kegiatan konservasi dan pengembangan ekonomi berbasis jasa lingkungan melalui kegiatan wisata bahari. Untuk video acara bisa klik disini