Pengukuhan Profesor Dr. Ir. Mohammad Mahmudi, MS



Sabtu (19/11/2022), Universitas Brawijaya mengukuhkan Dr. Ir. Mohammad Mahmudi, MS sebagai Guru Besar bidang ilmu Manajemen Sumber Daya Perairan.
Beliau memaparkan pidato ilmiahnya yang berjudul “Model Duga Produktivitas Perairan (MDPP) Untuk Produksi Perikanan Berkelanjutan” pada sidang terbuka senat akademik pengukuhan profesor yang bertempat di Gedung Samantha Krida Universitas Brawijaya.

Model Duga Produktivitas Perairan di ekosistem mangrove menggunakan pendekatan nutrien yang berasal dari seresah daun mangrove, yang dinamakan “Model Duga Produktivitas Perairan Mangrove-Detritus dari serasah menjadi hara” (MDPP_Made-Sahra). Keunggulan MDPP Made-Sahra ini bisa menentukan potensi riil produktivitas primer perairan dari jasa ekosistem mangrove. Selanjutnya, nilai produksi primer perairan menjadi penentu bagi produksi biota perairan pada tingkat trofik yang lebih tinggi, khususnya ikan-ikan herbivor dan karnivor. Namun, kelemahan MDPP Made-Sahra hanya memperhitungkan seresah yang didekomposisi menjadi hara, sedangkan seresah yang di-grazing langsung oleh biota perairan tidak diperhitungkan.

Pengembangan MDPP Made-Sahra diawali dengan studi identifikasi dan evaluasi terhadap aspek-aspek ekosistem mangrove yang mampu mendukung produktivitas perairan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa produksi seresah dapat digunakan untuk menduga produktivitas primer perairan. Dalam hal ini, produksi seresah berkontribusi terhadap sediaan nutrien di perairan.

Produksi serasah merupakan bagian yang penting dalam transfer bahan organik dari vegetasi ke dalam tanah. Unsur hara yang dihasilkan dari proses dekomposisi serasah di dalam tanah sangat penting dalam pertumbuhan mangrove dan sebagai sumber detritus bagi ekosistem laut dan estuari dalam menyokong kehidupan berbagai organisme akuatik.

Pengukuran Prof. Dr. Ir. Mohammad Mahmudi, MS tersebut menambah jumlah Guru Besar di FPIK UB menjadi 16 orang.


Leave a Reply