FPIK UB, PT. INKA dan Kemenko Marves Adakan FGD “Diskusi Pengembangan Teknologi Kontainer Berpendingin (Reefeer Container) untuk Penguatan Hilirisasi Industri Kelautan dan Perikanan”



Rabu, 30/06/2021, FPIK UB, PT. INKA dan Kemenko Marves menyelenggarakan FGD bertema “Diskusi Pengembangan Teknologi Kontainer Berpendingain (Reefeer Container) untuk Penguatan Hilirisasi Industri Kelautan dan Perikanan”. Kegiatan ini juga dihadiri oleh stakeholder industri perikanan dari AP5I (Asosiasi Pengusaha Pengolahan dan Pemasaran Produk Perikanan Indonesia), ARPI (Asosiasi Rantai Pendingin Indonesia), Pengelola Pasar Ikan Balekambang (Solo) dan beberapa instansi perikanan dan kelautan lainnya.

Kegiatan dibuka oleh Deputi Bidang Koordinasi Sumberdaya Maritim Kemenko Marves, Dr. Ir. Safri Burhanuddin, DEA, dilanjutkan dengan paparan oleh Ketua KKJF Penelitian LPPM UB, Dr. Sc. Asep Awaluddin P., M.Sc bertajuk Peluang dan Tantangan Pengembangan Rantai Dingin Komoditas Perikanan. Dalam paparan ini, Dr. Asep menyampaikan faktor-faktor yang menyebabkan mempengaruhi kualitas ikan, serta kebutuhan sistem rantai pendingin agar kualitas ikan tetap terjaga. Tantangan yang muncul dari kegiatan penangkapan dan distribusi ikan di Indonesia, adalah adanya lost harvest ikan segar hingga 25% pertahun, serta penolakan produk ikan ekspor karena faktor kualitas. Hal tersebut dilatarbelakangi karena orientasi pada saat ini adalah jumlah produksi, bukan mutu hasil tangkapan. Selain itu, terdapat geographical gap antara lumbung produksi perikanan tangkap di Indonesia timur, dengan industri pengolahan di Indonesia bagian barat, yang berdampak ada tingginya cost untuk transportasi.

Menyambung topik tersebut, Kemenko Marves melalui Asisten Deputi Hilirisasi Sumber Daya Maritim, Ir. Amalyos Chan, memaparkan upaya Kemenko Marves untuk memperkuat hilirisasi industri perikanan melalui pengembangan inovasi reefer container dalam negeri, melalui PT INKA. Fokus dari inovasi reefer container buatan dalam negeri adalah konsep alat penyimpanan berpendingin dengan ukuran kecil, sehingga dapat mobile dan mendukung pengiriman door to door. Untuk mewujudkan hal tersebut, Kemenko Marves menggandeng PT. INKA, FPIK UB serta stakeholder industri perikanan (AP5I, ARPI dan institusi lainnya). Ke depannya, diharapkan mutu ikan semakin terjaga sehingga ikan segar dapat menjangkau konsumen sebagaimana terdapat pada Pasar Ikan Balekambang, Solo.


Leave a Reply