FPIK adakan International Conference on Sustainability Science and Management (ICSSM) 2019 di Bali



Foto bersama para pembicara dan penyelenggara ICSSM 2019

Bali, 14-15 November 2019, FPIK UB menggelar International Conference on Sustainability Science and Management (ICSSM): Advanced Technology in Environmental Research.

Kegiatan yang merupakan hasil kolaborasi CORECT FPIK Universitas Brawijaya, CReSOS Universitas Udayana dan Chiba University ini membahas mengenai perubahan iklim dan manajemen lingkungan yang berkelanjutan untuk mengurangi ancaman global.

IJJSS 2019 adalah simposium ke-9 (sembilan) yang diselenggarakan oleh FPIK UB dan CReSOS UNUD. IJJSS adalah salah satu implementasi kolaborasi antara Chiba University dengan FPIK UB dan FKIP UNUD.

Dalam kegiatan tersebut, Prof. Hiraoki Kuze selaku Direktur Chiba University memaparkan mengenai pergeseran musim, kekeringan maupun banjir sangat berdampak pada sektor pertanian dan maritim. Berbagai pendekatan teknologi dan saintifik multidisipliner diperlukan untuk mencari terobosan baru guna mewujudkan kehidupan yang lebih baik.

Sementara itu, Prof. Josaphat Tetuko Sri Sumantyo, Kepala Laboratorium Josaphat Microwave Remote Sensing Laboratory (JMRSL) Chiba University menjelaskan mengenai pengembangan sistem CP-SAR (Circularly Polarized-Synthetic Aperture Radar) yang dilakukan oleh laboratorium JMRSL sebagai terobosan baru dalam sistem penginderaan jauh untuk monitoring lingkungan dan kebencanaan. Teknologi ini sedang dikembangkan oleh Prof. Josaphat dan tim JMRSL di Chiba University, Jepang.

Kegiatan ini diikuti oleh 200 peneliti dan akademisi yang berasal dari 13 negara. Sebanyak 6 pembicara utama dan 10 pembicara undangan dihadirkan pada kegiatan ini.

Tujuan utama diselenggarakan kegiatan ini adalah untuk memajukan dan menambah pengetahuan antara mahasiswa dan peneliti dari Indonesia dan Jepang.

Selain itu, konferensi ini menghasilkan dua agenda utama yaitu penguatan kerjasama riset internasional antara Indonesia-Jepang serta terbentuknya Forum Riset Indonesia-Taiwan dengan 10 anggota yang terdiri dari Universitas, Lembaga Riset dan NGO.

cr:timesindonesia.co.id


Leave a Reply