Ciptakan Pelurus Rambut, Mahasiswa FPIK UB Menang di UTU Awards



Mahasiswa FPIK UB Juara 1 di UTU Awards

Prestasi membanggakan berhasil diraih mahasiswa Universitas Brawijaya di ajang The 5th UTU (Universitas Teuku Umar) Awards yang diselenggarakan di Meulaboh, 16/11/2019. Pada event nasional yang diselenggarakan oleh Universitas Teuku Umar yang bekerjasama dengan KEMENRISTEKDIKTI ini, Universitas Brawijaya sekali lagi berhasil mempertahankan gelarnya sebagai juara umum.

Tim dari FPIK UB berhasil meraih juara pertama dalam kategori Produk Inovasi Berbasis Pertanian dan Perikanan. Tim yang terdiri dari Izzah Linatul Khariroh (BP 2017), Alvu Sya’ban Al Kareem (IK 2017) dan Naufal Abiyyu (BP 2016) menciptakan produk yang mereka sebut Vortine.

Vortine adalah produk keratin treatment untuk rambut dari bahan-bahan alami. Bahan dasar pembuatannya adalah bulu ayam kampung dan daun apu-apu air. Alasan dipakainya bahan-bahan tersebut, karena bulu ayam mengandung keratin yang sama dengan rambut manusia, sedangkan daun apu-apu air mengandung flavanoid dan terpenoid yang bermanfaat sebagai anti ketombe dan anti oksidan.

Proses pembuatan Vortine adalah bulu-bulu ayam dan daun apu-apu air dicuci bersih kemudian dikeringkan dan dilanjutkan dengan ektraksi dan maserasi. Produk ini sudah masuk uji coba di lab. kimia FMIPA UB untuk uji logam berat dan uji kandungan formalin di Dinas Kesehatan Kota Malang. Hasilnya, Vortine mengandung nol formalin dan kandungan logam beratnya dibawah ambang batas yang artinya aman untuk digunakan.

Vortine digunakan untuk meluruskan rambut seperti di salon-salon pada umumnya, akan tetapi Vortine lebih aman penggunaannya jika dibandingkan dengan produk impor konvensional yang menggunakan bahan kimia yang mengandung formalin.

Vortine merupakan produk modifikasi dari Provit, produk yang sebelumnya diperlombakan oleh mereka di ajang PIMNAS 2019. Jika Provit sudah memiliki hak paten, Vortine ini masih dalam tahap pengembangan dan sedang dalam tahap pengurusan hak paten. Sehingga, produk ini belum dapat dijual di pasaran.

Tim ini mengharapkan di masa mendatang, mereka bisa mengikuti pendanaan Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (PPBT) sehingga produk inovasi mereka bisa berkembang dan bermafaat bagi masyarakat.


Leave a Reply